serojaku & katak hijau yang hendak melompat maju
hatta, kala itu
bertutur serojaku
-di bawah naungan kaki-kaki langit biru
pada katak hijau yang hendak melompat maju-
sebuah kisah sendu
“tengoklah diriku
seperlumu…
aku rela tuan lumat diriku
bila tuan t’lah bosan mendengarku…”
iba serojaku pada katak hijau yang hendak melompat maju
“sebaiknya ini penting untukku
atau akan kulumat dirimu
sebelum kau sempat sadar bahwa kau pernah memohon kepadaku…”
hardik katak hijau yang hendak melompat maju itu
pada serojaku
“demi Tuhanku yang ciptakan keanggunanku!
kupertaruhkan nyawaku
demi selintas waktu
yang akan tuan sediakan untukku…”
sahut serojaku setuju pada katak hijau yang hendak melompat maju
“sebaiknya kau mulai ceritamu
karena aku di sini sesungguhnya bukan ‘tuk dengarkan ceritamu
kau t’lah menyita waktuku
dan menghalangiku melompat maju…”
lanjut katak hijau yang hendak melompat maju memotong ucapan serojaku
……………………………………………………………………………………………………….
lalu,
mulailah bertutur serojaku
pada katak hijau yang hendak melompat maju yang terus menggerutu…
tentang catatan kelabu
dua hari yang lalu
sebuah kisah kelu
yang membuat serojaku membisu
hingga tiba waktu
katak hijau yang hendak melompat maju
melintas dan hendak berlalu
(to be continued…)
December 29th, 2007 at 4:24 pm
sarat akan pemaknaan dan tanda tanya seperti biasanya Ndo ^_^
January 29th, 2008 at 5:33 am
hehehe…
tunggu aj lanjutannya, na…
^^
February 22nd, 2009 at 1:46 am
mana lanjutanny???