THINK…!!!
rabu
3 agustus 2007
-internet-
pernah dengar overload?
mungkin itu yg sedang tjd pada kepalaku
sekarang!
tiba2 terlintas
pertanyaan yg kutujukan pada diriku sendiri
begitu baca kata2 di shoutoutnya si arko…
“org bodoh adl org yg ga pnah mengeluarkan kemampuan maksimalnya seumur hidupnya…so,berjuanglah kawan!” -adopted-
pertanyaan itu adalah…
“lalu bagaimana seseorang bisa tau bahwa ia telah mengeluarkan kemampuan maksimalnya…atau belum?”
logikanya gini,
dari suatu pertanyaan sedehana:
kalo qta berusaha untuk memperoleh sesuatu
terus kita dapetin yg qta mau
apa itu berarti qta udah mengeluarkan kemampuan terbaik qta?
i don’t think so…
aq ga setuju.
alasannya?
kurasa,
bisa aj karena sesuatu lain (mis:org lain) yg jd rival qta bwt ngedapetin sesuatu itu
blm mengeluarkan kemampuan terbaiknya!
itu jawaban yg sesuai dgn logika di shoutoutnya arko.
eits…
ga bisa gitu dunk…!!!
tiba2
jawaban lain menyeruak dlm pikiranku.
coba bayangkan pepatah:
“hari ini harus lebih baik dari kemarin, esok harus lebih baik dari hari ini…”
berarti
tiap hari akan ada peningkatan kinerja mendekati kemampuan maksimal org tsb dlm hidupnya!
harganya berupa nilai limit mendekati tak hingga…
setuju ga?
hmm…
nah,
mungkin kalo masih bingung,
analogi konyol lainnya kaya gini nh:
normalnya,
bila seseorang lahir
ia akan memiliki kemampuan alamiah untuk mempersuasi org lain agar mau menuruti keinginan dirinya.
apa itu?
yupz, itu adalah kemampuan untuk MENANGIS.
bayi mempelajari
-dari hari ke hari
dgn kemampuan yg makin mahir tiap hari-
bahwa,
dgn menangis ia akan diperhatikan oleh org2 sekitarnya.
paling tidak seperti itulah.
ia kemudian MENCOBA
untuk mengimprovisasi tangisannya
menjadi berbagai nada yg variatif
shg dgn berbagai nada tangis saja,
ibu dr bayi itu bs tau hal apa yg sedang bayi itu inginkan
dan akan mati2an memenuhi keinginan sang bayi!
hanya sesimple itu kawan…
subhanallah…
jadi malu ama bayi2 itu…
betapa hebatnya…
lalu,
lambat laun ia akan menjadi ahli
-seorang maestro di bidangnya-
bidang tarik suara…
melebihi penyanyi manapun di dunia yg mampu menyanyikan lagu
hingga membuat org yg mendengarnya terhanyut di dalam alunan suaranya!
namun lihatlah sang bayi.
ia tidak perlu bersusah payah mengendalikan pita suaranya layaknya penyanyi yg handal.
penyanyi harus membuat variasi nada:
“do…re…mi…fa…sol…la…si…dst”
untuk bisa membuat pendengarnya terhanyut
namun bayi?
cukup dgn variasi nada:
“oeekk…oeekk…oeekk…”
ia telah mampu mengguncang dunia…
walaupun begitu,
walaupun sang bayi tidak bersusah payah seperti penyanyi,
dan belum mengeluarkan kemampuan maksimalnya dalam menangis…
sangatlah tidak adil apabila menjudgenya sebagai org yg bodoh
karena terbukti bahwa ia sangatlah cerdas
dan lambat laun kian hari kecerdasan itu bertambah, kawan…
coba renungkan,
dan bayangkan,
apabila tiap hari kemampuan menangis bayi itu kian hebat dan tidak dihambat hingga dewasa
bukan tidak mungkin
ia akan menjadi penguasa dunia hanya dengan tangisan
karena qta tidak akan mampu mengukur seberapa dahsyat efek tangisan pada sesuatu…
percaya ga?
itu berarti,
sang bayi telah sesuai dengan pepatah:
“hari ini harus lebih baik dari kemarin, esok harus lebih baik dari hari ini…”
karena ia terus mengasah kemampuan menangisnya hingga level yang paling tinggi selama hidupnya sebagai bayi.
karena
tangisan hari ini akan memberikan efek yang lebih dahsyat dari tangisan kemarin.
begitu pula tangisan esok akan lebih mumpuni dari tangisan hari ini…
wow…
tetapi Allah itu adil kan…
ga selamanya tangisan sang bayi digubris oleh org di sekitarnya.
itu terjadi ketika ia telah beranjak dewasa.
tangisan
justru akan menjadi bumerang bagi dirinya
karena
bukannya kasih sayang yg ia dapat dari ibunya,
melainkan omelan yg pedas yg mengatakan bahwa:
“udah gedhe koq masih cengeng…?!”
keteplak…keteplok…
bahkan tak jarang sentuhan lembut sang ibu berubah menjadi sentuhan bertekanan tinggi (dipukul, red)
apa yg terjadi selanjutnya?
apa yg lantas dilakukan sang bayi?
menyerahkah?
jika iya,
berarti bayi itu pantas disebut
BODOH…
ya, kamu benar
ia belum menyerah.
dengan perubahan lingkungan di sekitarnya, ia juga berubah (bahasa katroknya berevolusi)
ia menyesuaikan diri dgn lingkungan!
ilmu persuasi dgn tangisan
ia coba modifikasi menjadi ilmu rengekan, rajukan, atau kombinasi ilmu2 tersebut…
ya, kamu benar
ia tidak menyerah.
ia mencoba mencari pola baru untuk mengulangi
MASA KEJAYAANnya di masa lalu.
masa di mana ia mempunyai kemampuan maksimal untuk mempersuasi seseorang.
paling tidak seperti itulah.
jika begitu
bisa jadi itu
adalah masa
di mana kemampuan maksimal
telah coba diterapkan oleh sang bayi.
dan hipotesis dari pernyataan:
“org bodoh adl org yg ga pnah mengeluarkan kemampuan maksimalnya seumur hidupnya…”
menjadi terpatahkan!
hehehe…
………………………………………
yupz,
mdh2an ini
bisa jadi pembangkit semangatku ndiri
n org2 yg membacanya.
yakinlah kawan,
bhw qta uda prnh mengeluarkan kemampuan maksimal qta dlm hidup
paling tidak satu kali,
ketika qta masih bayi…
jadi menurutku,
tidak penting apakah qta
menilai seseorang
atau diri qta
itu bodoh atau tidak.
yang lebih penting
menurutku
adalah
bagaimana qta mencoba MENEMUKAN KEMBALI
pola kemampuan maksimal qta di masa lalu sebagai bayi
dan MEMBANGKITKANnya
sebagai prestasi2 di masa kini dan esok
sebagai orang dewasa…
yakinlah bahwa kurva maksimal dalam hidup qta
tidak hanya terdiri dari satu puncak,
melainkan
beberapa puncak
yang banyaknya
ditentukan oleh jatah rezeki dari Allah
yg diberikan pada masing-masing dari qta
jikalau
kurva maksimal hidup qta
cuma terdiri dari sebuah puncak
pada waktu bayi saja…
siapa yang bisa tau akan hal itu kecuali Allah?
karenanya,
bukankah lebih bodoh lagi,
apabila qta tidak pernah
mencoba
untuk melakukannya…?!
dan kemudian
MENSYUKURI
apapun hasilnya…?!
keep trying to do ur best…
but
never thought that u’re the best.
just think
and do it
![]()
…………………………………………………….
-inspired by my friend whom his live is desperate, now…-
August 8th, 2007 at 9:32 pm
Aku tdk tak stuju dg shout outku.tp aku jg ga menyalahkan blogmu ini.
krn mnrtku,
-Tdk ada sudut mati, dlm shout uot tsb.Smkn kt bs mmandang hidup/khidupn dr berbagai sudut,smakin kt paham dg yg mgkn orang rasakan.-
(spt org “nyebrang jalan”-> kl kt cm lihat dr 1 sisi, mgkn kt bs menyebrang smp tgah jalan. tp blm tntu kt bs nyebrang slmt smp tujuan.Knp?krn bs jd dr sisi yg berlawanan ada motor/mobil yg sdg nyalip, & mlanggar garis pmbatas)
anyhow, tx for ur comment.
Hoooo……..
he2x.
:]
August 8th, 2007 at 10:16 pm
ikut nimbrung, mungkin kita harus belajar dari alam deh, coba liat…hiduplah seperti udara, biarpun ia tidak kelihatan tapi ia selalu memberi kehidupan pada manusia, ia juga tidak mengeluh ketika manusia melupakan jasa-jasanya, belajarlah dari air, yang walaupun ia sangat berguna bagi kehidupan kita ia selalu mengalir ke tempat rendah, ia selalu merendah, lihatlah keikhlasan tanah, yang setiap hari selalu kita injak-injak tapi tidak pernah mengeluh, dan tak lupa matahari yang dengan kerelaannya ia selalu menyinari bumi setiap malam, walaupun sinar bulan yang selalu di puja, ia tidak pernah iri, walau sinar bulan sebenarnya dari matahari….tidakkah manusia malu, jika ia tidak senantiasa bersyukur, bahwa kita ini hanya makhluk yang selalu tergantung oleh mereka dan mereka tidak pernah mengeluh, tapi kita seringkali mengeluh .tidakkah kita harus belajar dari mereka…..berusahalah yang terbaik, karna jika kita sudah berusaha semaksimal yang bisa kita lakukan, yakinlah apapun hasilnya, kita akan selalu mendapatkan kebaikan…….
August 8th, 2007 at 10:20 pm
Hmmm…
wah… ampe segitu ya… over load-nya
mungkin menurutku… bukan ‘bodoh’ seharusnya kata yang digunakan…
apa yak… enaknya… hmmm…
karena mungkin selagi kita mau mencoba… itu sudah menunjukkan kita tidak bodoh…
dengan kita mensyukuri apa yang kita dapatkan itu juga tidak bodoh…
‘hari ini harus lebih baik dari hari kemaren, besok harus lebih baik dari hari ini’
kalimat yang sering banget memang kita dengar…
seperti halnya yg di shout out itu… kata sebagai pemotivasi…
bukan untuk men judge orang laen…
dan memang semua yang kita lakukan serba relatif… tergantung bagai mana orang menilainya…(* berbagai sudut pandang *)
kadang penilaian orang laen emang perlu tp sepertinya penilaian diri kita terhadap diri kita sendiri dulu itu yang terpenting…
August 9th, 2007 at 7:32 pm
Thank you…..
>>I MUST TRY AND ATTEMPT!
>>I MUST TRY AND ATTEMPT!
>>I MUST TRY AND ATTEMPT!
OOOOOOOOOOSSSSSSSSHHHHHHHHH…..!
August 19th, 2007 at 8:47 am
IMHO(In My Humble Opinion) Kayaknya emang ga’ ada yang salah kok, khan yang ditulis Arko itu ada kata-kata ’seumur hidup’ dan katanya mas Ando ‘akan ada beberapa puncak dalam kehidupan (kemampuan maksimal red.)’.
Gitu aja kok repot.
Udah salaman dulu gih! *narik tangan Arko sama mas Ando buat salaman*